PERANAN WALI NIKAH DALAM TRADISI PERNIKAHAN ADAT MASYARAKAT MELAYU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Almadison Almadison Univesitas Pasir Pengaraian
  • Aslati Aslati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Darmawan Tia Indrajaya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Rizky Anla Pater Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.105

Keywords:

Wali Nikah, Hukum Islam, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan wali nikah dalam tradisi pernikahan adat masyarakat Melayu dengan meninjau dari perspektif agama Islam, kearifan lokal, dan hukum negara. Kajian dilakukan dengan metode studi pustaka melalui telaah literatur fikih klasik, regulasi hukum Islam di Indonesia, serta karya-karya ilmiah mengenai adat dan budaya Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali nikah dalam perspektif Islam merupakan syarat sah perkawinan yang berfungsi sebagai penjaga hak dan kehormatan perempuan. Dalam adat Melayu, wali nikah diposisikan tidak hanya sebagai figur hukum, tetapi juga simbol restu, kehormatan, serta penghubung antar keluarga besar. Sementara itu, hukum negara melalui Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam menegaskan keabsahan peran wali dalam setiap akad nikah. Integrasi antara agama, adat, dan hukum negara memperlihatkan adanya harmonisasi nilai-nilai spiritual, sosial, dan yuridis dalam praktik perkawinan masyarakat Melayu. Penelitian ini menegaskan bahwa peranan wali nikah tidak hanya relevan secara syariat, tetapi juga berfungsi menjaga identitas budaya dan memberikan legitimasi sosial yang kuat di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.

References

Abou El Fadl, Khaled. (2014). Reasoning with God: Reclaiming Shari‘ah in the Modern Age. Maryland: Rowman & Littlefield.

Abu Dawud. Sunan Abu Dawud. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2000.

Alamsyah, Y. (2019). Pernikahan dalam Adat Melayu dan Implementasinya dalam Kehidupan Sosial. Jurnal Hukum Islam, 17(2), 115–129.

Al-Kasani, Alauddin. (2005). Bada’i al-Sana’i fi Tartib al-Syara’i. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Nawawi. (2003). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Syafi’i, Muhammad ibn Idris. Al-Umm. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 2001.

Amir, A. (2011). Adat Perkawinan Melayu: Perspektif Sosio-Kultural dan Religius. Pekanbaru: UNRI Press.

Auda, Jasser. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: The International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Azra, A. (2004). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Jakarta: Prenada Media.

Effendy, T. (2004). Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Effendy, T. (2012). Adat Perkawinan Melayu Riau. Pekanbaru: LAM Riau Press.

Fauzi, A., & Nasution, F. (2022). The Role of Wali Nikah in Malay Customary Marriage: Between Islamic Law and Local Wisdom. Jurnal Al-Manahij, 16(1), 45–60.

Harahap, R. (2023). Modernisasi Hukum Keluarga Islam di Indonesia: Studi tentang Wali Nikah dan Kearifan Lokal. Jurnal Ahkam, 23(1), 55–70.

Hamidy, U. (2006). Adat dan Budaya Melayu Riau. Pekanbaru: Unri Press.

Ibn al-Humam. (1995). Fath al-Qadir. Beirut: Dar al-Fikr.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. I’lam al-Muwaqqi‘in. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991.

Ibn Qudamah. (1997). Al-Mughni. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Kompilasi Hukum Islam (KHI). Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 1991.

Mohd. Salleh, H. (2018). “Adat dan Syarak dalam Perkawinan Melayu: Suatu Kajian Sosio-Kultural.” Jurnal Syariah Malaysia, 26(1), 55–72.

Mir-Hosseini, Ziba. (2015). Justice and Equality in Muslim Family Laws: Concepts, Proposals and Strategies. Cambridge: Cambridge University Press.

Nurdin, A. (2021). Local Wisdom and Islamic Law: The Role of Wali in Malay Marriage Traditions. Journal of Islamic Law and Culture, 3(2), 95–110.

Rahman, M. T. (2020). Rekonstruksi Peran Wali Nikah dalam Perspektif Gender dan Hukum Islam Kontemporer. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 8(2), 201–220.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Siregar, A. (2015). Adat Perkawinan Melayu Deli: Tradisi, Nilai, dan Kearifan Lokal. Medan: USU Press.

Wahbah al-Zuhayli. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

Yusoff, R., & Hashim, N. (2019). Marriage Guardianship (Wali) in Malay Society: A Comparative Study of Malaysia and Indonesia. Journal of Nusantara Studies, 4(2), 123–138.

Zuhdi, M. H. (2017). Wali Nikah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 12(2), 223–240.

Zuhdi, Muhammad Harfin. “Wali Nikah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat.” Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, Vol. 12, No. 2, 2017.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Almadison, A., Aslati , A., Tia Indrajaya, D., & Anla Pater, R. (2025). PERANAN WALI NIKAH DALAM TRADISI PERNIKAHAN ADAT MASYARAKAT MELAYU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL . ANDREW Law Journal, 4(2), 422–435. https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.105