REKONSTRUKSI JANGKA WAKTU HAK ATAS TANAH DI KAWASAN IBU KOTA NEGARA PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 185/PUU-XXII/2024
DOI:
https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.102Keywords:
Ibu Kota Negara, Hak atas Tanah, RekonstruksiAbstract
Penelitian ini menelaah tafsir Mahkamah Konstitusi terhadap pengaturan dua siklus jangka waktu hak atas tanah dalam Pasal 16A Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, rekonstruksi siklus jangka waktu pasca Putusan MK Nomor 185/PUU-XXII/2024, serta implikasinya terhadap penguasaan negara, kepastian investasi, dan keadilan agraria bagi masyarakat lokal di kawasan Ibu Kota Negara (IKN). Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan statute approach dan case approach, serta analisis deskriptif-kualitatif terhadap dokumen regulasi, putusan MK, buku, jurnal ilmiah, dan artikel media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum rekonstruksi, skema dua siklus jangka panjang memungkinkan penguasaan tanah lintas generasi, mengurangi kontrol negara, dan menimbulkan risiko ketimpangan kepentingan publik dan privat. Putusan MK merekonstruksi durasi hak menjadi terbatas, memperkuat mekanisme evaluasi substantif, dan menegaskan posisi negara sebagai pengendali utama tanah strategis. Rekonstruksi ini memastikan kepastian hukum yang wajar bagi investor, memperkuat penguasaan negara, dan melindungi hak ulayat masyarakat adat, sehingga keseimbangan antara kepentingan publik, investasi, dan keadilan agraria dapat terjaga secara substansial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pertanahan strategis di IKN dan literatur hukum pertanahan nasional.
References
Ahern, D. (2025). The New Anticipatory Governance Culture for Innovation. ArXiv Preprint. https://arxiv.org/abs/2501.05921.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. (2025). About ILTF Project: Advancing Indigenous Peoples’ Rights to Land and Forests. https://aman.or.id/iltf.
Anantha, P. S. S., & R, I. (2021). Kepastian Hukum Undang-Undang Cipta Kerja Terhadap Undang-Undang Pokok Agraria Mengenai Domein Verklaring. Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal), 10(4), 857–868. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jmhu.
Argawati, U. (2025). Land Rights Periods in the IKN Law No Longer Two Cycles. https://en.mkri.id/news/details/2025-11-3/Land_Rights_Periods_in_the_IKN_Law_No_Longer_Two_Cycles.
Arnowo, H. (2022). Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria. Jurnal Pertanahan, 12(1). https://doi.org/10.53686/jp.v12i1.177.
Attar, H. (2025). MK Batalkan Ketentuan Hak Atas Tanah di IKN yang Dinilai Terlalu Lama. https://www.nu.or.id/nasional/mk-batalkan-ketentuan-hak-atas-tanah-di-ikn-yang-dinilai-terlalu-lama-2l1Bi.
Baetal, B., Wardhani, D. K., & Ekawati, D. (2021). Pemaknaan Hak Menguasai Negara Atas Tanah Dalam Dimensi Politik Hukum Konstitusi. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, 8(2), 298–315. https://doi.org/10.32493/SKD.v8i2.y2021.16810.
Berg, A., Buffie, E. F., Pattillo, C., Portillo, R., Presbitero, A., & Zanna, L.-F. (2015). Some Misconceptions about Public Investment Efficiency and Growth (Issue WP/15/272). https://www.imf.org/external/pubs/ft/wp/2015/wp15272.pdf.
Bizimana, O., Jaramillo, L., & Thomas, S. (2021). Scaling Up Quality Infrastructure Investment (Issue WP/21/117). https://www.imf.org/publications/wp/issues/2021/04/30/scaling-up-quality-infrastructure-investment-50294.
Diantoro, T. D. (2020). Dinamika Kebijakan Resolusi Konflik Tenurial Kawasan Hutan Era Joko Widodo. Media of Law and Sharia, 1(4), 245–267. https://journal.umy.ac.id/index.php/mlsj.
Earlene, F., & Djaja, B. (2023a). Implikasi Kebijakan Reforma Agraria terhadap Ketidaksetaraan Kepemilikan Tanah melalui Lensa Hak Asasi Manusia. Tunas Agraria, 6(2). https://doi.org/10.31292/jta.v6i2.223.
Earlene, F., & Djaja, B. (2023b). Implikasi kebijakan reforma agraria terhadap ketidaksetaraan kepemilikan tanah melalui lensa hak asasi manusia. Tunas Agraria, 6(2). https://doi.org/10.31292/jta.v6i2.223.
Fadilah, I. (2025). Hak Atas Tanah di IKN 190 Tahun Batal, Otorita Langsung Buka Suara. https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8217077/hak-atas-tanah-di-ikn-190-tahun-batal-otorita-langsung-buka-suara.
Ghosh, S., & Kimmich, C. (2013). Information, Regulatory Commitment and the Investment Dilemma. ISNIE Conference Papers. https://extranet.sioe.org/uploads/isnie2013/ghosh_kimmich.pdf.
Hamdhani, A. F., & Hadiyantina, S. (2025). Tanah untuk Pasar: Neoliberalisme Hukum dalam Reforma Agraria Rezim Joko Widodo. Tunas Agraria, 8(1). https://doi.org/10.31292/jta.v8i1.405.
Harahap, D. (2025). Gugatan UU IKN Dikabulkan, MK Batasi Jangka Waktu Hak Atas Tanah Jadi 35 Tahun. https://www.metrotvnews.com/read/bzGCR8RQ-gugatan-uu-ikn-dikabulkan-mk-batasi-jangka-waktu-hak-atas-tanah-jadi-35-tahun?utm_source=chatgpt.com.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2022). Pembangunan Ibu Kota Nusantara Menjadi Stimulus Pemerataan Pertumbuhan Perekonomian Nasional. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/4255/pembangunan-ibu-kota-nusantara-menjadi-stimulus-pemerataan-pertumbuhan.
Kementerian PPN/Bappenas. (2022). Bappenas Himpun Masukan untuk Rencana Induk, Pengelolaan Tanah, dan Otorita IKN. https://ikn.go.id/bappenas-himpun-masukan-untuk-rencana-induk-pengelolaan-tanah-dan-otorita-ikn-1.
kumparanNEWS. (2025). Pertimbangan MK Putuskan Penguasaan Tanah IKN Tak Bisa Langsung 190 Tahun. https://kumparan.com/kumparannews/pertimbangan-mk-putuskan-penguasaan-tanah-ikn-tak-bisa-langsung-190-tahun-26F4RVFHdRd.
Kusumadara, A. (2015). Perkembangan Hak Negara atas Tanah: Hak Menguasai atau Hak Memiliki? Jurnal Media Hukum, 20(2). https://doi.org/10.18196/jmh.v20i2.267.
Li, T., Tian, W., Zhang, S., & Wang, S. (2024). Environmental Regulation, High-Quality Economic Development and Ecological Capital Utilization. Frontiers in Environmental Science, 12, 1325289. https://doi.org/10.3389/fenvs.2024.1325289.
Mulya, F. P. (2025). MK nyatakan jangka waktu hak tanah IKN dua siklus inkonstitusional. https://www.antaranews.com/berita/5239673/mk-nyatakan-jangka-waktu-hak-tanah-ikn-dua-siklus-inkonstitusional.
Nugraha, D. I., Sofwan, S., & Jayadi, H. (2023). Eksistensi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara Dalam Perspektif Teori Perundang-Undangan. Jurnal Diskresi, 2(2). https://doi.org/10.29303/diskresi.v2i2.3690.
Radar TV. (2025). MK Batasi Penguasaan Tanah di IKN Tidak Bisa Langsung 190 Tahun. https://radartv.disway.id/nasional/read/30921/mk-batasi-penguasaan-tanah-di-ikn-tidak-bisa-langsung-190-tahun?utm_source=chatgpt.com.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6766.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6898.
Reuters. (2025). Indonesia court shortens investor land rights by half in fresh blow to capital city project. https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesia-court-shortens-investor-land-rights-by-half-fresh-blow-capital-city-2025-11-14/.
Riyanto, A. (2024). Konsepsi Privat & Publik Hak Bangsa atas Tanah: Private & Public Conceptions of Nation’s Rights to Land. PETITA, 6(2), 104–119. https://journal.unrika.ac.id/index.php/petita/index104.
Samiatun. (2025). MK Hapus Aturan Hak Atas Tanah Hingga 190 Tahun di IKN. https://www.unews.id/news/28816271512/mk-hapus-aturan-hak-atas-tanah-hingga-190-tahun-di-ikn.
Sari, A. O. V. P., & Suhadi, S. (2024). Reformasi Regulasi Indonesia terhadap Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan: Perspektif Politik Hukum. Jurnal Kajian Konstitusi, 4(1). https://doi.org/10.19184/j.kk.v4i1.48691.
Sasmitha, T., Budiawan, H., & Sukayadi. (2014). Pemaknaan Hak Menguasai Negara oleh Mahkamah Konstitusi: Kajian terhadap Putusan MK No. 35/PUU-X/2012; Putusan MK No. 50/PUU-X/2012; dan Putusan MK No. 3/PUU-VIII/2010 (A. N. Luthfi, Ed.). Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. http://pppm.stpn.ac.id.
Suhadi, S., & Niravita, A. (2024). Urban agrarian reform: opportunities and challenges for land rights among low-income communities. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 32(2), 348–373. https://doi.org/10.22219/ljih.v32i2.35842.
Sumardjono, M. S. (2023). Jangka Waktu Hak atas Tanah di IKN. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/03/23/jangka-waktu-hak-atas-tanah-di-ikn.
Triningsih, A., & Aditya, Z. F. (2019). Pembaharuan Penguasaan Hak Atas Tanah dalam Perspektif Konstitusi. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(3). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i3.355.
Ulya, A. Z., Kinanthi, P., Shofia, S., & Wibowo, V. C. (2022). Akibat Hukum Berlakunya Undang-Undang Ibu Kota Negara terhadap Hak Ulayat di Kalimantan Timur. NOTAIRE, 5(3). https://doi.org/10.20473/ntr.v5i3.38341.
VOI Editorial Team. (2025). The Constitutional Court Declares That The Land Rights Period Of IKN Is 190 Unconstitutional Years. https://voi.id/en/news/533342.
World Bank. (2025). Land Governance Assessment Framework (LGAF). https://www.worldbank.org/en/programs/land-governance-assessment-framework.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hamler, Rahmad Alamsyah, Khairul Azwar Anas, Dkk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











