STUDI KOMPARATIF HUKUM PERKAWINAN DI NEGARA MUSLIM ASIA TENGGARA: MALAYSIA, BRUNEI DARUSSALAM, DAN SINGAPURA
DOI:
https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.142Keywords:
Hukum Perkawinan, Sistem Hukum Ganda, Negara MuslimAbstract
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis sistem hukum perkawinan di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, dengan menyoroti pengaruh kolonial Inggris serta posisi hukum Islam dalam masing-masing sistem hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan hukum, melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Malaysia dan Singapura menerapkan sistem hukum ganda, di mana hukum sipil berbasis common law berjalan berdampingan dengan hukum Islam yang berlaku terbatas bagi umat Islam, khususnya dalam bidang perkawinan dan keluarga. Sebaliknya, Brunei Darussalam menerapkan hukum Islam sebagai bagian integral dari hukum nasional yang bersifat monistik dan mengikat secara menyeluruh. Dalam konteks Singapura, pengaruh Inggris tampak kuat melalui penerapan Women’s Charter dalam perkawinan sipil, sementara hukum Islam diatur melalui Administration of Muslim Law Act dengan yurisdiksi terbatas pada Mahkamah Syariah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan sistem hukum perkawinan di ketiga negara tersebut dipengaruhi oleh sejarah kolonial, struktur ketatanegaraan, serta kebijakan negara dalam mengakomodasi pluralitas agama dan budaya, sehingga membentuk karakter hukum keluarga yang berbeda meskipun sama-sama berada dalam kawasan Asia Tenggara.
References
Abbas, Ahmad Nizam bin. The Islamic Legal System in Singapore. Washington International Law Jurnal, Volume 21, No. 1, 2012.
Abdullah, Mohd Amir bin. Analyzing the Dynamics Between Sharia Law and Civil Law in Governing Divorce Proceedings Among Muslims in Malaysia and Comparing Legal Outcomes. Law and Economy 3, No. 4, 2024. h. 29-38.
Ahmad Ibrahim. Family Law in Malaysia and Singapore. Malayan Law Journal, h. 168.
Agustina, Aulia Nur. Studi Komparasi tentang Batas Usia Perkawinan antara Sistem Hukum Perkawinan Indonesia dan Malaysia. Yogyakarta: Skripsi Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, 2018. h. 85.
Aqmal, Shahril bin Baharin. Studi Komparasi Kompilasi Hukum Islam dan Ordinan Undang Undang Keluarga Islam Negeri Sarawak Tahun 2001 tentang Persyaratan dan Tata Cara Rujuk. Surabaya: Skripsi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2018. h. 66.
Awang Junaidi. The Philosophy of Melayu Islam Beraja in Brunei Darussalam. Bandar Seri Begawan: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2016. h. 44.
Cahyani, Safira Putri. Studi Komparasi Prosedur Pencatatan Perkawinan di Indonesia dan Malaysia. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum 4, No. 3, 2023. h. 220.
Daud, Roselan bin. Islamic Family Law and Social Stability in Brunei. Journal of Islamic Studies and Governance 8, No. 2, 2020. h. 112.
Hamid, Ahmad Fauzi Abdul. Comparative Study of Islamic Family Law in Malaysia and Brunei. Asian Journal of Law and Society 7, No. 1, 2019. h. 89.
Ibrahim, Ahmad. Islamic Law in Malaya. Singapore: Malaysian Sociological Research Institute, 1965. h. 43.
Lee, Sarah. Shariah Law: A Deep Dive into Southeast Asia’s Legal Landscape. https://www.numberanalytics.com/blog/shariah-law-southeast-asia-deep-dive. Diakses 8 November 2025.
Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS). Administration of Muslim Law Act (AMLA), Chapter 3. Singapore Statutes Online. https://sso.agc.gov.sg](https://sso.agc.gov.sg. Diakses 30 Oktober 2025.
Mariani. Pengaturan Rujuk di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Journal of Islamic and Law Studies 6, No. 1, 2022. h. 9.
Musa, Mohd Alami. Shariah and Modernity in Brunei Darussalam. Singapore: ISEAS Publishing, 2014. h. 15.
Mutalib, Hussin. Singapore Malays: Being Ethnic Minority and Muslim in a Global City-State. London: Routledge, 2012. h. 117.
Nugraha, Ardian. Malaysia: Sistem Pemerintahan, Politik, hingga Pemilu. www.ardiannugraha.com. Diakses tanggal 8 November 2025.
Saat, Norshahril. State and Islamisation: History and Ideology in Contemporary Malaysia and Singapore. Singapore: ISEAS - Yusof Ishak Institute, 2018. h. 92.
Septiani, Rina. Dynamics of Family Law Reform in the Muslim World (Study on the Age Limits for Marriage in Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam. Mizan: Journal of Islamic Law 7, No. 2, 2023. h. 183.
Supriyadi Dedi dan Mustofa. Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Islam. Bandung: Pustaka Al-Fikriis, 2009. h. 32.
Yusuf, Mohamad. Melayu Islam Beraja sebagai Ideologi Nasional Brunei. Jurnal Sejarah dan Budaya Islam 12, No. 1, 2015. h. 46-47.
Zahrah, Muhammad Abu. Usul al-Fiqh al-Islami. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1958. h. 48.
Zaleha Kamarudin. The Concept of Matrimonial Property in Islamic Family Law: A Comparative Study. IIUM Law Journal, Volume 17, No. 2, 2009. h. 245.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 RIMA RAHMAYANI TANJUNG, WAHDA HILWANI DAMANIK, WANI, DKK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.